Lekopadis, 24 Februari 2026 — Panitia Kongres Rakyat Balanipa menggelar rapat lanjutan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan kongres yang direncanakan berlangsung setelah Idul Fitri 2026. Rapat tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (24/2/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Kongres, M. Dinar Faizal, dan dihadiri oleh sejumlah panitia. Hadir pula Arajang Balanipa, Yang Mulia Andi Bau Mujiba Malik, bersama sejumlah perangkat adat Balanipa.

Sekretaris Kongres, M. Dinar Faizal, mengatakan rapat lanjutan ini bertujuan menghimpun masukan strategis dari berbagai pihak, khususnya unsur adat, guna memastikan pelaksanaan kongres berjalan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Rapat ini penting untuk menyatukan langkah dan mendapatkan masukan strategis agar pelaksanaan Kongres Rakyat Balanipa dapat berlangsung dengan baik serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi perjuangan bersama,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, panitia dan peserta menyepakati sejumlah poin penting terkait agenda dan substansi kongres.

Salah satu keputusan utama adalah pembentukan tim kecil yang bertugas menyusun agenda audiensi dengan Bupati Polewali Mandar. Audiensi tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Arajang Balanipa, Andi Bau Mujiba Malik, sebagai bentuk dukungan lembaga adat terhadap pelaksanaan kongres.

Selain itu, panitia merencanakan Kongres Rakyat Balanipa akan dilaksanakan pada minggu kedua setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Lokasi pelaksanaan kongres dipastikan berada di area Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopaddis.

Kongres nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk paparan dan narasi publik dari sejumlah narasumber yang berasal dari unsur organisasi masyarakat, akademisi, praktisi, tokoh adat, dan tokoh agama. Di antaranya perwakilan Kerukunan Anak Pejuang (KAP) Balanipa, KAP Sulawesi Barat, serta unsur masyarakat lainnya.

Untuk mendukung kesuksesan kegiatan, panitia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat Balanipa melalui berbagai bentuk dukungan, seperti publikasi, pemasangan poster dan baliho di ruang publik, serta penyebaran informasi melalui media sosial.

Kongres tersebut akan mengusung nama “Allewuang Lekopadis” dan diharapkan menghasilkan rumusan perjuangan yang disebut “Simbang Appeq Allewuang Lekopadis.” Rumusan tersebut akan menjadi amanah bersama bagi seluruh komponen masyarakat dalam melanjutkan perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Balanipa.

Saat ini, draf rumusan kongres tersebut sedang disusun oleh tim kecil yang telah dibentuk oleh panitia.

Panitia berharap Kongres Rakyat Balanipa dapat menjadi momentum konsolidasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat langkah perjuangan pembentukan DOB Balanipa secara terarah dan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending