Tinambung — Panitia Kongres Rakyat Balanipa kembali menggelar rapat lanjutan persiapan pelaksanaan kongres, Senin (25/3/2026), bertempat di Pondok Pesantren Darud Mahfuzd, Lekopadis, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Rapat yang merupakan pertemuan ketiga panitia ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Dr. Farid Wajdi, M.Pd., didampingi Sekretaris Dr. Dinar Faisal dan Bendahara Aisyah Kadir, serta dihadiri sebagian besar anggota panitia.
Rapat ini digelar untuk menyusun secara lebih cermat skenario teknis pelaksanaan Kongres Rakyat Balanipa yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026. Tujuan utama kongres adalah memperkuat dukungan seluruh rakyat Balanipa dalam memperjuangkan pembentukan Kabupaten Balanipa sebagai daerah otonomi baru (DOB). Kongres akan mengusung tema “Rakyat Balanipa Bersatu untuk Kabupaten Balanipa”.
Ketua Komite Aksi Pembentukan dan Perjuangan (KAPP) Balanipa, Dr. Mujirin M. Yamin, turut menyampaikan arahannya secara daring saat rapat berlangsung. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa tidak boleh surut, apalagi padam, di mana pun orang Balanipa berada, lintas generasi.
Sejumlah agenda penting disepakati dalam rapat tersebut, di antaranya:
Pertama, sebagai rangkaian kongres, akan digelar simposium bertema “DOB Balanipa: Perjuangan Tanpa Titik”. Penyusunan model simposium akan dipandu oleh Adi Arwan Alimin, mantan Pemimpin Redaksi Harian Radar Sulbar, sekaligus bertugas sebagai “arranger” dan membentuk tim perumus.
Kedua, simposium akan menghadirkan pemaparan dari berbagai kalangan, mulai dari pimpinan daerah setingkat Gubernur, Bupati, Camat, hingga kepala desa dan lurah. Selain itu, akan dilibatkan pula tokoh adat (Maraqdia Balanipa dan perwakilan Appeq Banua Kayyang: Napo, Todang-Todang, Mosso, dan Samasundu), tokoh pemuda, akademisi, agama, masyarakat, perempuan, serta tokoh politik.
Ketiga, akan diselenggarakan perkemahan tingkat siswa di lokasi acara, mengundang pelajar SMP dari tujuh kecamatan yang masuk dalam wilayah calon DOB Balanipa. Kegiatan ini telah mendapat dukungan penuh dari Ketua Pramuka Kabupaten Polman, Fariruddin Wahid.
Keempat, akan digelar zikir bersama yang dipimpin oleh Ketua Pondok Pesantren Darud Mahfuzd dan melibatkan para santri dan santriwati.
Kelima, kongres akan menghasilkan dokumen penting yang disebut “Pattundung Simbang Appeq di Lekopadis”, yang memuat empat ikrar perjuangan kolektif rakyat Balanipa dalam bahasa Mandar. Prasasti ikrar tersebut rencananya akan ditandatangani oleh Bupati dan Gubernur dalam acara kongres, kemudian diarak oleh seluruh peserta dengan iringan tepukan genderang dan tarian “Pattuqduq Tommuane”.
Keenam, panitia juga mengintensifkan publikasi melalui pemasangan poster, baliho, serta aktivasi media sosial, sembari meminta dukungan para relawan masyarakat Balanipa untuk terus mengunggah konten terkait perjuangan Balanipa di akun media sosial masing-masing.
Koordinator acara ditugaskan segera menyusun rundown lengkap yang merinci seluruh rangkaian kegiatan secara teknis.
Kongres Rakyat Balanipa diharapkan menjadi tonggak sejarah yang menandai kuatnya tekad rakyat Balanipa dalam mewujudkan kabupaten definitif, sebuah cita-cita yang telah diperjuangkan lintas generasi.






Leave a Reply